Giliran Semarang, Tolak Kedatangan Jokowi?
FASTNEWS, Semarang (2/12) - Setelah ditolak di mana-mana, Kendari, Yogyakarta, Pekanbaru, Malang dan sebagainya, kini giliran Semarang yang menolak kehadiran Presiden Joko Widodo. Ujungnya bisa ditebak, ricuh dan terjadi bentrokan.
Sejumlah mahasiswa memprotes dan menolak kehadiran Jokowi di Semarang,
Jawa Tengah, dengan menhadangnya melalui aksi protes, di antaranya
mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Walisongo. Puluhan mahasiswa
menutup satu lajur Jalan Pantura Semarang-Kendal dan mengecam kedatangan
Presiden Jokowi.
Para mahasiswa tersebut mengawali aksi dengan melakukan longmars di depan Kampus UIN. Namun, aksi mereka dihadang polisi lengkap dengan water cannon hingga terjadi bentrok. Sebanyak enam mahasiswa mengalami luka serius di bagian kepala dan muka usai dipukul jatuh petugas sampai akhirnya harus dilarikan ke poliklinik kampus setempat.
Koordinator aksi, Arif Suyono, mengungkapkan alasan mereka menolak kedatangan Presiden Jokowi.
"Jokowi dianggap telah menelurkan berbagai kebijakan yang sarat inkonsistensi janji kampanyenya. Mulai kebijakan kenaikan harga BBM yang ditunggangi mafia-mafia migas sampai impor 264 daging sapi dari Australia. Ini membuktikan bahwa di 50 hari kerja presiden, Jokowi hanya menjadi 'satria piningit palsu' yang tidak prorakyat," tegas Arif di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (2/12).
sumber: https://www.facebook.com/demirakyat/photos/a.128605642615.105903.124412517615/10152513926037616/?type=1&fref=nf
Para mahasiswa tersebut mengawali aksi dengan melakukan longmars di depan Kampus UIN. Namun, aksi mereka dihadang polisi lengkap dengan water cannon hingga terjadi bentrok. Sebanyak enam mahasiswa mengalami luka serius di bagian kepala dan muka usai dipukul jatuh petugas sampai akhirnya harus dilarikan ke poliklinik kampus setempat.
Koordinator aksi, Arif Suyono, mengungkapkan alasan mereka menolak kedatangan Presiden Jokowi.
"Jokowi dianggap telah menelurkan berbagai kebijakan yang sarat inkonsistensi janji kampanyenya. Mulai kebijakan kenaikan harga BBM yang ditunggangi mafia-mafia migas sampai impor 264 daging sapi dari Australia. Ini membuktikan bahwa di 50 hari kerja presiden, Jokowi hanya menjadi 'satria piningit palsu' yang tidak prorakyat," tegas Arif di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (2/12).
sumber: https://www.facebook.com/demirakyat/photos/a.128605642615.105903.124412517615/10152513926037616/?type=1&fref=nf
Judul: Giliran Semarang, Tolak Kedatangan Jokowi?
Ditulis Oleh OMG SHOP
Silahkan tinggalkan komentar dan sarannya demi kemajuan blog ini kedepan...., Terima kasih
Tidak ada komentar :
Posting Komentar